Mengenal Budaya Negara Lain Melalui Pertukaran Pelajar

Pernah memiliki mimpi sekolah di luar negeri? Ingin memperkenalkan ‘ini lho, aku orang Indonesia!’ kepada bangsa-bangsa beda di luar sana? Ingin tahu bagaimana rasanya hidup di negara empat musim? Kalau begitu,usahakanlah ikut AFS/YES!

Ada satu lembaga nirlaba di Indonesia, namanya Bina Antarbudaya. Lembaga ini mengelola program pertukaran pelajar ke luar negeri guna tingkat SMA, bermitra dengan AFS Intercultural Program yang mengirim peserta-peserta Indonesia ke negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan Selandia Baru, serta Kennedy-Lugar YES yang mengutamakan pengiriman dari negara-negarabeberapa besar muslim ke Amerika Serikat dalam rangka menambah rasa toleransi antarbangsa dan agama.

 

Pertukaran Pelajar
Pertukaran Pelajar

 

Menurut http://www.pokertiam.net/ pertukaran pelajar AFS ini telah lama terdapat di Indonesia, returne-nya paling banyak, sebanyak di antaranya pun telah dikenal luas namanya. Di antara mereka yang pernah mengekor AFS dan belajar di luar negeri ialah Taufiq Ismail, Najwa Shihab, Uli Herdinansyah, Indra Herlambang dan Anies Baswedan. Tahun ini, putri kesatu pak Anies, Mutiara Baswedan juga tengah mengekor pertukaran pelajar AFS di Denmark.

Program pertukaran pelajar ini memang hanya diutamakan untuk pelajar yang masih duduk di ruang belajar X SMA atau setingkatnya dengan usia yang ideal. Dikhususkan seperti tersebut karena proses seleksinya berbulan-bulan, belum lagi menilai negara destinasi dan host family (hostfam), waktu embarkasi pun dilaksanakan saat peserta telah duduk di ruang belajar XII.

Karena itu, guna teman-teman yang masih ruang belajar satu SMA, mari dicoba! Walaupun nantinya peserta mesti melanjutkan SMA lagi di SMA asal dan sekolah SMA jadi 4 tahun, urusan tersebut tidak bakal menjadi masalah, sebab pengalaman yang didapat sekitar setahun belajar di luar negeri pasti lebih mahal harganya. Lagi pula peluang untuk meregistrasi hanya dapat sekali guna selamanya!

Cara mendaftarnya mudah, Bina Antar budaya memiliki tidak sedikit chapter yang tersebar di semua Indonesia, teman-teman lumayan mengunjungi chapter terdekat andai berniat guna mendaftar. Atau seringkali kakak-kakak volunteer dari masing-masing chapter bakal datang guna sosialisasi di sekolah-sekolah. Waktu pendaftaran seringkali dibuka selama bulan-bulan mula tahun.

Untuk penjelasan lebih menyeluruh soal seleksi yang terkini, saya menghubungi seorang kawan, namanya Ivan. Ivan ialah salah satu peserta AFS guna tahun embarkasi 2015-2016 dari Chapter Surabaya, yang ketika ini duduk di ruang belajar XI SMAN 2 Kediri.

Awalnya Ivan tahu mengenai AFS dari majalah bulanan sekolahnya yang menjabarkan berita mengenai kakak kelasnya yang baru pulang dari Amerika dan Belgia. Dia menjadi tertarik untuk mengekor AFS, sebab di samping untuk menggali pengalaman dan terasa canggih kalau dapat SMA di luar negeri, dia juga hendak menjadi utusan Indonesia ke dunia luar guna memperkenalkan how beautiful Indonesia is.

Kata Ivan, seleksi AFS ini terdapat tiga tahap. Tetapi sebelum seleksi dia mesti meregistrasi dulu secara online. Di samping itu, sebab peserta dari asal kotanya tersebut jumlahnya sedikit, Ivan mesti datang jauh-jauh ke Surabaya untuk mengekor tes.

Tes tempat kesatu berupa tes tulis. Ada tes pengetahuan umum,menciptakan essay mengenai diri sendiri dan tes Bahasa Inggris. Tes pengetahuan umum yang dinamakan di sini ialah pengetahuan umum yang benar-benar umum. Ada soal Matematika, Biologi, Sejarah, berita-berita nasional dan internasional yang sedang trending, dan lain-lain.

Seleksi dua ialah wawancara. Kata Ivan, dia diwawancara tidak sedikit tentang kepribadian, kebiasaan, halangan-halangan yang bakal dihadapi, bahkan diancam oleh pewawancara guna mengetes seberapa powerful mentalnya dan untuk peserta yang belum sanggup dapat mundur dengan sendirinya laksana seleksi alam.

Selanjutnya seleksi ketiga ialah dinamika kelompok. Peserta yang lolos tes tahap kedua akan dipecah menjadi sejumlah kumpulan dan setiap kumpulan diberi suatu persoalan untuk ditamatkan bersama. Dari sana bakal dinilai seberapa aktif dan kritis semua pesertanya dalam menuntaskan suatu masalah yang genting. Ketika saya bertanya untuk Ivan apa tipsnya agar lolos, dia menjawab, yang penting ialah menjadi diri sendiri sebab peserta tidak bakal tahu apa yang bakal dihadapi di tes-tes tersebut. Keep calm, don’t panic and be yourself.

Setelah ditetapkan lolos hingga tahap ketiga, ketika ini Ivan berada di tahapan seleksi berkas dari semua chapter di Indonesia dan sedang menunggu e-mail dari pusat guna kelanjutan di etape berikutnya.

Well, tesnya menantang bukan? Jangan khawatir, mari persiapkan dirimu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *