Inggris Vs Belgia, Pertarungan Sengit Memperebutkan Sepatu Emas

Sepatu Emas

Pertandingan memerebutkan lokasi ketiga kelak memang telah tidak terlalu urgen lagi bikin kedua kesebelasan. Mereka melulu akan berebut medali perunggu serta memertahankan prestise saja guna sekedar mendongkrak peringkat, paling tidak bertahan di posisi yang sama. Kebetulan sebelum gelaran piala dunia Belgia bercokol di posisi ketiga,sedangkan Inggris sedang di posisi 12.

Bagi Inggris barangkali ini dapat jadi pertarungan balas dendam sebab di fase grup mereka (sengaja) kalah dari Belgia guna menghindari bertemu dengan tim-tim besar. Sayangnya pembagian braket yang menguntungkan Inggris malah malah dimanfaatkan Kroasia guna melaju ke final. Sementara untuk Belgia pasti tidak akan mencungkil pertandingan ini begitu sajasu paya tetap bertahan di peringkat tiga laksana sebelum piala dunia bergulir.

Bagi saya, tidak urgen siapa yang menang besok, namun lebih urgen siapa yang sukses meraih sepatu emas mengingat melulu dua orang yang berkesempatan yaitu Harry Kane dan Romelu Lukaku.

 

Sepatu Emas
Sepatu Emas

 

Menurut https://828bet.net/ posisi Harry Kane lebih menguntungkan sebab sudah mencetak enam gol,sedangkan Lukaku baru mencetak empat gol, perlu minimal tiga gol untuk memburu ketinggalan dengan daftar Harry Kane tidak meningkatkan gol, lebih baik lagi bila tidak bermain hari itu.

Di mula piala dunia bergulir, Ronaldo membuat mula yang bagus dengan mencetak hattrick melawan Spanyol sehingga kesempatan untuk meraih sepatu emas paling besar menilik dua lawan berikutnya relatif lebih ringan. Sayangnya malah di tiga partai terakhir, Ronaldo melulu menambah satu gol ke gawang Maroko, sementara peluang menambah gol melewati titik penalti justru digagalkan penjaga gawang Iran.

Perhatian saya lantas berpindah pada Harry Kane, sang kapten termuda di piala dunia yang pun tampil impresif di mula piala dunia. Dua gol disarangkan ke gawang Tunisia dan tiga gol, dua diantaranya lewat penalti, ke gawang Panama. Saat melawan Panama Kane diistirahatkan guna dimainkan sarat saat menghadapi Kolombia di perdelapan final.

Kane sempat mencetak satu gol ke gawang Kolombia melewati titik penalti guna menggenapkan raihan golnya menjadi enam. Sayangnya di dua partai terakhir Kane gagal meningkatkan pundi-pundi golnya dan Inggris pun kandas di semifinal.

Pesaing berat Kane, Romelu Lukaku pun demikian. Mencetak dua gol di dua pertandingan kesatu, pendapatan gol Lukaku seret sampai partai semifinal. Ketatnya pengawalan lawan menciptakan Lukaku kendala untuk menggali celah mencetak gol.

Untungnya dia tidak egois sehingga tidak mempedulikan peluang mencetak gol karena dijaga ketat menciptakan Chadli yang tidak terkawal sukses membobol gawang Jepang di menit terakhir yang membawa Belgia melaju ke perempat final.

Di bawah Lukaku terdapat Griezmann dan Mbappe yang telah mencetak tiga gol, tetapi rasanya susah untuk mendahului perolehan Lukaku, lagipula Kane. Melawan Kroasia di final bukan kegiatan mudah untuk salah satu dari mereka berdua untuk menjebol gawang lebih dari satu gol. Griezmann berkesempatan mencetak gol dari titik putih bilamana terjadi pemberian hukuman di kotak terlarang tersebut, namun melulu untuk menyamai Lukaku saja.

Melihat tidak cukup pentingnya pertandingan besok, rasanya mitos angka enam akan tidak terpecahkan dan meningkatkan deret empat kali piala dunia beruntun top skornya tidak melebihi angka enam. Hanya Ronaldo (Brasil) saja pernah mendahului angka enam semenjak tahun 1978.

Sementara rekor Just Fontaine dengan 13 gol dalam satu piala dunia bakal tetap abadi sekitar 64 tahun pada piala dunia mendatang. Kemungkinan Kane melulu akan menyamai rekor Ronaldo, itupun bila masih motivasi bermain atau diturunkan pelatih Gareth Southgate.

Walau tidak berhasil merebut piala dunia, Inggris pasti tidak inginkan kehilangan muka, paling tidak ada yang memeroleh penghargaan dan urusan tersebut sudah terdapat di depan mata. Sebagai pelatih, seyogyanya Southgate memainkan Kane secara sarat dan tidak butuh diganti bila tidak terjadi cedera yang parah. Berikan kesempatan untuk Kane untuk meningkatkan koleksi golnya demi meraih gelar sepatu emas atau golden boot sebagai suatu prestasi tersendiri untuk Inggris.

Saksikan perjuangan Harry Kane merebut gelar top skor piala dunia sekaligus meraih sepatu emas sebagai pelipur lara untuk Inggris, sesudah Gary Lineker di tahun 1986.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *